Cek Pembayaran BPJS

Meski sudah memiliki kepesertaan dan rutin melakukan pembayaran setiap bulannya, Tidak semua orang tahu cara cek pembayaran BPJS. Padahal hal ini sangat penting untuk melihat berapa besaran yang harus dibayarkan pada bulan itu. Apalagi ada perubahan kepesertaan.

Dengan mengetahui cara melakukan pengecekan, kamu bisa dengan mudah melakukan pembayaran. Apalagi saat ini BPJS sudah bisa melayani pembayaran iuran di berbagai marketplace. Jadi, pembayaran bisa lebih mudah dan sederhana.

Cara Cek Pembayaran BPJS

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pengecekan pembayaran BPJS. Kamu bisa menggunakan salah satu dari cara di bawah ini untuk mendapatkan informasi terkait premi yang harus dibayar setiap bulannya.

1. Melalui Situs Resmi

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk melakukan pengecekan pembayaran BPJS adalah melalui situs resmi. Pengecekan bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

  • Buka browser, bisa menggunakan ponsel atau PC.
  • Selanjutnya masuk ke dalam tautan ini: https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/
  • Di sebelah kanan halaman akan muncul tulisan Cek Iuran.

Di sebelah kanan halaman akan muncul tulisan Cek Iuran.

  • Masuk ke dalam sana, lalu masukkan nomor peserta.
  • Lakukan berbagai verifikasi yang diminta hingga selesai.

Lakukan berbagai verifikasi yang diminta hingga selesai.

  • Akan muncul besaran premi yang harus dibayar pada bulan itu.
  • Apabila dalam kepesertaan memiliki banyak anggota, pembayaran akan dikalikan sejumlah anggota dalam kartu keluarga.

Pengecekan pembayaran BPJS sudah selesai dilakukan. Kamu akan tahu berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan. Selanjutnya proses pembayaran bisa dilakukan secara langsung melalui situs tersebut atau memilih metode lainnya.

Intinya pengecekan ini bisa dilakukan dari manapun dan besarannya akan tetap sama. Selanjutnya kamu bisa melakukan pengecekan dengan memanfaatkan aplikasi JKN yang dikeluarkan oleh BPJS.

2. Menggunakan Aplikasi JKN

Cara cek pembayaran BPJS kedua yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan aplikasi JKN. Aplikasi ini bisa didapatkan pada semua ponsel khususnya Android. Untuk menggunakan aplikasi JKN, simak selengkapnya di bawah ini.

  • Download terlebih dahulu aplikasi JKN. Download bisa dilakukan pada Playstore atau App Store tergantung dengan jenis ponsel yang kamu gunakan.
  • Selanjutnya cari aplikasi JKN. Lakukan proses download dan pemasangan hingga selesai.
  • Setelah selesai melakukannya, kamu bisa melakukan register jika belum memiliki akun JKN sebelumnya. Jika sudah memiliki akun JKN sebelumnya bisa melakukan login.
  • Register dilakukan dengan memasukkan berbagai jenis data yang dibutuhkan. Beberapa di antaranya adalah nomor ponsel yang digunakan, nomor BPJS, dan email yang digunakan.
  • Selanjutnya lakukan verifikasi melalui email.
  • Setelah akun selesai dibuat kamu bisa melakukan login.
  • Begitu berhasil masuk ke dalamnya, segera masuk ke dalam menu Premi.

Begitu berhasil masuk ke dalamnya, segera masuk ke dalam menu Premi.

  • Lakukan proses pengecekan.
  • Dari sana akan terlihat jelas berapa tagihan yang akan dibayar pada bulan berjalan.

Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengecek siapa saja anggota yang tergabung dalam kepesertaan BPJS. Selanjutnya, kamu juga bisa mengetahui apa saja jenis penalti saat telat membayar hingga melakukan cetak kartu BPJS.

Melalui aplikasi ini kamu juga bisa melakukan modifikasi yang terkait dengan faskes. Misal kamu ingin berganti dari faskes lama ke faskes yang baru karena lebih dekat dengan tempat tinggal ataupun tempat kerja. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengubahnya.

3. Cek Melalui SMS

Cara ketiga yang bisa dilakukan untuk mengetahui berapa besar tagihan yang harus dibayar pada bulan berjalan BPJS adalah melalui SMS. Untuk melakukan pengecekan ini kamu bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

  • Ketik SMS dengan format: NIK (spasi) nomor NIK, selanjutnya kirim ke 08777 5500 400.

Ketik SMS dengan format NIK (spasi) nomor NIK, selanjutnya kirim ke 08777 5500 400.

  • Selain itu kamu juga bisa menggunakan format SMS: NOKA (spasi) nomor BPJS, selanjutnya kirim ke 08777 5500 400.

Dalam beberapa menit, akan ada balasan otomatis yang berisi tentang informasi kepesertaan BPJS termasuk besar tagihan yang harus dibayar pada bulan berjalan.

4. Menggunakan Marketplace

Jika kamu memiliki cukup banyak aplikasi marketplace yang tersimpan pada ponsel, ada baiknya untuk menggunakan aplikasi tersebut. Lakukan pengecekan dengan berapa langkah di bawah ini.

  • Gunakan salah satu aplikasi marketplace. Bisa menggunakan aplikasi Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak.
  • Masuk ke menu Tagihan.
  • Selanjutnya masuk ke BPJS.
  • Masukkan nomor BPJS.

Masukkan nomor BPJS.

  • Sistem akan melakukan proses pengecekan. Dari sana akan terlihat dengan jelas berapa besar tagihan yang harus dibayar.
  • Apabila ingin mengecek saja kamu bisa melakukan close. Apabila ingin langsung bayar bisa dilanjutkan dengan proses transfer sesuai dengan aturan dari marketplace.

Tarif Baru BPJS

Tarif Baru BPJS

Pada awal tahun 2021, terjadi kenaikan tarif BPJS. Jika kamu belum mengetahui berapa kenaikan tarif yang terjadi, simak selengkapnya di bawah ini.

Jenis Kelas Iuran Baru 2021 Iuran Lama
Kelas I Rp150.000 Rp80.000
Kelas II Rp100.000 Rp51.000
Kelas III Rp35.000 Rp25.500

Besaran premi BPJS merujuk pada pasal 34 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan. Jadi, sudah ada aturan resmi yang mengikat dan harus diikuti seluruh peserta khususnya berjenis mandiri.

Baca juga: Cara Bayar BPJS Lewat mBanking BCA

Denda dan Keterlambatan

Setelah memiliki keanggotaan BPJS, seseorang tidak bisa telat dalam membayar premi. Apabila hal itu dilakukan, akan terjadi beberapa denda dan juga penalti akibat keterlambatan. Untuk mengetahui apa saja denda dan penalti, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Denda yang Harus Dibayar

Denda yang Harus Dibayar

Sejak tahun 2016, sudah tidak diperlakukan maksud Anda apabila seseorang terlambat membayar premi BPJS setiap bulannya. Jadi, meski seseorang terlambat membayar di atas tanggal 10 setiap bulannya, jumlah yang harus dibayar akan tetap sama.

Pemberlakuan denda hanya akan dilakukan apabila seseorang melakukan rawat inap. Apabila terjadi keterlambatan pembayaran premi, akan dikenakan denda sekitar 5% dari total biaya dikali dengan bulan tertunggak yang dimiliki oleh seseorang.

2. Penalti Telat Bayar Iuran

Penalti Telat Bayar Iuran

Apabila seseorang telah membayar iuran BPJS setiap bulannya hingga menunggak selama beberapa kali. Mereka akan mendapatkan penalti maksimal 45 hari. Maksud dari penalti ini adalah kepesertaan BPJS yang mereka miliki tidak akan aktif sehingga sulit digunakan untuk.

Apabila seseorang ingin menghilangkan penalti dan kembali mengaktifkan sertaan BPJS, mereka disarankan untuk segera melunasi. Setelah dilunasi, akun akan kembali aktif setelah 45 hari atau sesuai dengan jangka penalti yang diterima.

3. Besar Maksimal Denda

Besar Maksimal Denda

Besar tunggakan yang akan dihitung sebagai denda saat melakukan rawat inap adalah 12 bulan. Meski seseorang menunggak lebih dari itu yang dihitung akan tetap 12 bulan saja.

Selain itu, besar denda yang harus dibayarkan maksimal adalah 30 juta. Apabila denda yang harus dibayar sekitar 50 juta. Sisanya akan di tanggung oleh pihak BPJS, kamu hanya perlu membayar 30juta saja.

Cek pembayaran BPJS bisa dilakukan melalui situs resmi milik BPJS atau pun melalui aplikasi resmi yang dikeluarkannya. Yang paling muda adalah melakukan pembayaran atau pengecekan melalui aplikasi marketplace yang saat ini banyak terpasang pada ponsel.

Baca juga: Cara Bayar BPJS Lewat ATM BCA

Dengan melakukan pengecekan ini, kamu akan mengetahui kapan pembayaran premi harus dilakukan. Hal ini penting untuk diperhatikan untuk menghindari adanya keterlambatan dan memunculkan denda. Selain itu, ada juga penalti berupa pending keanggotaan selama beberapa minggu hingga bulan.